
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Tim Badminton Indonesia jadi unggulan kedua di
Thomas Cup 2026
. Status itu sudah selayaknya membuat Indonesia untuk membusungkan dada memasang target juara.
Tim Badminton Indonesia datang ke Thomas Cup dengan catatan prestasi yang kurang meyakinkan. Setelah babak belur di tahun 2025, prestasi juga tak kunjung membaik di awal 2026. Indonesia tak meraih gelar di Malaysia Open dan All England.
Di kategori Super 500, baru Alwi Farhan yang keluar sebagai pemenang. Sedangkan di Kejuaraan Asia, Indonesia juga tak punya juara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah catatan muram itu membuat langkah Indonesia memburu Piala Thomas menjadi buram. Namun tidak sepatutnya Indonesia berkecil hati terhadap peluang yang ada di depan mata nanti.
Indonesia ditempatkan sebagai unggulan kedua dan hal itu berarti Indonesia dinilai punya kualitas dan kapasitas untuk masuk final. Dari segi gabungan peringkat pemain-pemain Indonesia, Indonesia sudah terbukti layak masuk dalam daftar tim unggulan.
Posisi tinggi dalam daftar unggulan itu juga mencerminkan kedalam skuad Indonesia. Di tunggal putra, Indonesia punya Jonatan Christie (5) dan Alwi Farhan (14) di posisi 15 besar.
Indonesia juga bisa berharap pada Moh Zaki Ubaidillah, peringkat 39 dunia yang merupakan runner up Kejuaraan Dunia Junior tahun lalu. Anthony Ginting memang ada di posisi 46 dunia tetapi jam terbang yang ia miliki bakal menguntungkan Indonesia saat turun sebagai tunggal ketiga.
Di nomor ganda, Indonesia punya Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (3), Sabar Karyaman/M. Reza Pahlevi (9), dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (13).
Materi pemain itu memang kurang mentereng saat tampil di kejuaraan individu dengan target juara. Karena masih banyak pemain-pemain yang punya ranking elite dan prestasi lebih konsisten.
Namun ketika mereka bersatu membawa nama Indonesia di punggung, rasanya Indonesia tak perlu takut untuk berbicara soal juara.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Dalam deretan negara-negara peserta, tidak ada negara yang benar-benar superior di Thomas Cup edisi kali ini. Karena itulah, peluang tiap tim terbilang merata.
China sebagai unggulan pertama tidak benar-benar punya tunggal yang keseluruhannya menakutkan dan sulit dikalahkan. Denmark sudah tak lagi bisa mengandalkan Viktor Axelsen yang biasanya konsisten menyumbang angka.
Taiwan masuk unggulan empat besar tetapi mereka juga belum memiliki pemain dengan level ‘tak tersentuh’. Jepang juga ada di jajaran unggulan empat besar tetapi tidak punya senjata andalan yang memastikan satu poin di tangan.
Malaysia bisa berharap pada ganda yang kuat tetapi tunggal mereka terbilang biasa saja. Korea punya Kim Won Ho/Seo Seung Jae yang sangat tangguh tetapi barisan tunggal mereka rapuh.
Gambaran di atas membuktikan bahwa Indonesia tidak perlu merasa inferior terhadap lawan-lawan yang juga masuk dalam daftar unggulan di Thomas Cup 2026. Namun Indonesia juga mesti waspada terhadap lawan-lawan di luar kelompok yang telah disebutkan di atas.
Prancis dan Thailand jadi contoh ideal bahwa Indonesia juga tak boleh memandang rendah tim-tim yang di atas kertas memiliki kekuatan di bawah mereka.
Prancis punya deretan tunggal yang cukup merepotkan. Christo Popov, Alex Lanier, dan Toma Junior Popov adalah tunggal anggota 20 besar. Jelas mereka punya kemampuan melawan Indonesia.
Sedangkan Thailand punya Kunlavut Vitidsarn di nomor tunggal dan Dechapol Puavaranukroh yang biasa ditarik ke ganda putra saat gelaran Thomas Cup.
Dua lawan itu yang jadi ujian awal bagi Indonesia di fase grup. Bila kedua lawan bisa dilewati Indonesia dengan mulus, rasanya Indonesia tak perlu ragu untuk membicarakan dengan lantang soal target juara.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
Add
as a preferred
source on Google
Tak Gentar Lawan China, Waspada Lawan Prancis
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Wamenkomdigi Ungkap Peran Teknologi Buat Keberlanjutan MBG
Baca lagi: PTUN Tidak Terima Gugatan soal Pernyataan Fadli Zon Pemerkosaan 1998
Baca lagi: Zulhas Sebut UMKM RI Bisa Suplai Makanan Siap Saji untuk Jemaah Haji



