Perjuangan Atlet Cilik di CNN Indonesia Taekwondo Championship 2

Situs News Indoesia Alternatif Informasi Berita Viral Terbaru

Jakarta, mancingkuy Indonesia

Perjuangan atlet cilik jadi bintang lapangan tak hanya diwarnai dengan bahagia buah kemenangan dan pahit akibat kekalahan. Ada satu hal yang menyelip dalam perjalanan mereka sebagai atlet, yakni rasa kantuk.
Pendamping Peserta mancingkuy Indonesia Taekwondo Championship 2, Alfa Najmi menceritakan tantangan mendidik anak-anak SD dalam aktivitas ekstrakurikuler bela diri di sekolahnya. Suasana hati yang berubah-ubah dan naik-turunnya determinasi jadi rintangan para pelatih.
“Memang bela diri dan khususnya taekwondo bukan aktivitas utama di sekolah. Banyak anak yang mood-mood-an, enggak sedikit pula yang ngantukan. Di situ tantangannya,” kata Alfa kepada mancingkuyIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi jika sudah menemukan celahnya, kata Alfa, anak-anak didikannya bersemangat betul untuk mengikuti latihan. Prestasi kakak kelas jadi dorongan motivasi adik-adik yang lebih muda untuk sama-sama mengejar podium tertinggi.
Turnamen mancingkuy Indonesia Taekwondo Championship 2 dipandang jadi wadah yang tepat untuk membina atlet muda. Sebab tak hanya nomor lomba senior, ajang yang diikuti 2.500 atlet dari 17 provinsi itu juga mempertandingkan nomor Pra Cadet untuk siswa SD, Pra Cadet SMP, dan Cadet untuk SMA.
“Ikut lomba seperti ini bukan hanya soal menang tapi cari pengalaman. Anak-anak SD itu yang penting mau ikut dulu. Kalau menang itu bonus untuk mereka, kalau kalah berarti harus latihan lagi. Itu yang ditanamkan,” ucapnya.
Rasa kantuk juga dianggap sebagai tantangan bagi Arka, Karim, dan Genta sebagai peserta mancingkuy Indonesia Taekwondo Championship 2. Siswa TK dan Kelas 1 SD itu sama-sama baru mengawali sepak terjang sebagai atlet dan harus bergulat dengan rasa kantuk saat berlatih.
Arka yang segera masuk SD pada pertengahan tahun depan mengaku gembira bisa ikut mancingkuy Indonesia Taekwondo Championship 2. Di ajang taekwondo pertamanya, Arka meraih peringkat dua di kategori Pra Cadet. Meski begitu belia, atlet cilik asal Depok itu sudah belajar konsisten dalam berlatih satu kali di akhir pekan.
“Ya, senang juara dua. Baru pertama kali ikut turnamen. Kalau latihan suka ngantuk. Tapi pas turnamen malah semangat,” ucap Arka.
Hal serupa dirasakan Genta dan Karim, siswa kelas 1 SD yang lebih ‘senior’ dari Arka. Genta dan Karim sudah dua kali ikut turnamen taekwondo serupa. Bangun subuh dan berlatih pagi adalah rutinitas atlet Taekwondo Pancasila itu di samping tanggungjawab sekolah dan latihan.
“Ikut taekwondo jadi harus bangun subuh. Datang ke [GOR Ciracas] juga sudah siap-siap dari subuh dan berangkat pagi. Ngantuk, tapi seru,” ujar Karim dan Genta.
Baca di halaman berikutnya>>>
Orangtua peserta
mancingkuy Indonesia Taekwondo Championship 2
, Syafar, tak menepis motivasi anaknya naik turun dalam menjalani rutinitas. Meski latihan hanya satu kali setiap pekan, tak jarang dia harus membujuk sang anak untuk tetap berlatih.
Syafar adalah ayah dari Azzam, salah satu peserta mancingkuy Indonesia Taekwondo Championship 2 yang meraih medali emas. Menurutnya, orangtua perlu menjaga motivasi anak yang kerap naik-turun bahkan karena persoalan sederhana seperti rasa kantuk.
“Sebagai orangtua perlu menjaga motivasi anak. Harus diingatkan lagi tentang jalan yang dia pilih sebagai bentuk tanggungjawab,” ucapnya.
“Hasilnya, dari 16 kali ikut lomba 10 di antaranya jadi juara. Bukan soal jumlah medali emas yang didapat, tapi pengalaman apa saja yang diraih di setiap turnamen,” ia menambahkan.
Terselip pula harapan agar sang anak bisa mewakili Indonesia. Namun Syafar tak ingin menjadikan ekspektasinya jadi beban untuk anak-anaknya.
“Azzam dan adiknya sama-sama ikut olimpiade. Awalnya memang orangtua yang mengarahkan tapi kemudian mereka yang memilih mau tetap di olahraga ini. Jadi atlet nasional tentu jadi keinginan bersama. Tapi prinsip yang paling penting adalah mereka belajar tanggungjawab dan disiplin dulu,” ujar dia.
mancingkuy Indonesia Taekwondo Championship 2 bergulir di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada Jumat hingga Minggu, 14-16 November 2025.
[Gambas:Photo mancingkuy]
Turnamen tingkat nasional Grade B ini diikuti 2.500 atlet yang mempertandingkan kategori Kyorugi dan Poomsae untuk pemula dan prestasi dari kelas Pra Cadet, Cadet, Junior, dan Senior.
mancingkuy Indonesia Taekwondo Championship naik kelas dari Grade C ke Grade B. Peningkatan ini membuat jumlah provinsi dari yang sebelumnya lima daerah kini menjadi 17 wilayah.
[Gambas:Video mancingkuy]
Orang Tua Turut Andil Jaga Mental
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2

Baca lagi: LCGC Sales Increase in October 2025 Led by Toyota Calya

Baca lagi: Untung365 Situs Login Alternatif Informasi Berita Pinjaman | FOTO: Momen Langka Padi Berhasil Dipanen di…

Baca lagi: PHOTO: Apart from Israeli Bullets, Extreme Weather Now Haunts Gaza Refugees

Kamu mungkin juga menyukai: