PSG vs Liverpool: Misi Mustahil The Reds di Paris

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Paris Saint-Germain (

PSG

) menjadi rintangan berat yang harus dihadapi

Liverpool

di babak perempat final

Liga Champions

musim 2025/2026. Pasukan Arne Slot datang ke Ibu Kota Prancis dalam kondisi jauh dari ideal.

Terseok di liga domestik, dua bintang mahal tak mampu tampil konsisten, dan performa kolektif yang belum memuaskan, jadi sebabnya. Kendati begitu, laga perdana di Stadion Parc des Princes, Paris, Kamis (10/4) pukul 02.00 WIB, tetap menjadi panggung yang tak bisa diabaikan The Reds untuk jadi ajang pembuktian

Liverpool dan PSG akan beradu kekuatan di babak 8 besar Liga Champions musim ini. Kondisi kedua tim jelang laga jelas berbeda. Liverpool bak bermain dengan satu kaki. Dalam arti, pasukan Arne Slot tidak tampil garang sepanjang musim 2025/2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, jika dilihat dari komposisi skuad, Liverpool bukan tim sembarangan. Nama-nama besar didatangkan dengan harga yang fantastis. Dua di antaranya adalah Florian Wirtz dan Alexander Isak yang secara total menjebol kas Liverpool hingga nyaris Rp6 triliun.

Wirtz diboyong dari Bayer Leverkusen dengan niat untuk dijadikan penyalur umpan-umpan manis sekaligus mempertajam lini depan The Reds. Pemain asal Jerman itu dibeli dengan harga 116 juta poundsterling atau sekitar Rp2,6 triliun.

Setali tiga uang dengan Wirtz, harga Alexander Isak pun tak main-main. Klub asal Merseyside itu berani merogoh kocek lebih dalam dengan mengeluarkan dana 130 juta poundsterling atau nyaris Rp3 triliun untuk mendatangkan striker asal Swedia tersebut.

Namun ada ketimpangan yang dirasakan Liverpool antara uang yang dihamburkan dan performa kedua pemain yang dirasa kurang sepadan. Isak, sepanjang musim ini, baru membukukan 16 penampilan bersama Liverpool.

Pemain yang rentan cedera itu kini absen dan telah melewatkan 22 laga bersama Si Merah. Posisinya pun kini hampir sepenuhnya tergeser oleh Hugo Ekitike.

Sedangkan Wirtz yang telah melakoni 41 laga sepanjang musim ini, statistiknya pun tak gemilang. Pemain berusia 22 tahun itu tercatat baru mengantongi 6 gol serta 9 assist di semua kompetisi.

Memang, suatu tim sepak bola tidak elok jika bergantung pada satu atau dua pemain. Namun setidaknya, dampak nyata seharusnya bisa dirasakan dari kehadiran pemain bintang, terlebih saat performa pemain-pemain lain juga belum mengangkat.

Selain kedua pemain bintang yang menjadi sorotan, nama sang juru taktik Arne Slot juga tak luput dari perbincangan. Di Liga Inggris, Arne Slot bikin Liverpool terseok-seok hingga terempas dari zona Liga Champions musim depan.

Akan tetapi, jejak terakhir Liverpool di Liga Champions musim ini cukup menggembirakan. Pelatih asal Belanda itu sukses melakukan comeback manis atas Galatasaray di babak 16 besar. Kini, Liverpool akan melanjutkan perjuangan dengan menantang PSG di fase delapan besar.

Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>

Menukil statistik terkini, PSG jelas diunggulkan. Tim berjuluk Les Parisiens itu berstatus juara bertahan Liga Champions dan tengah berada dalam kepercayaan diri tinggi.

PSG sejatinya tidak selalu menjalani setiap pertandingan musim ini dengan mulus. Salah satu contohnya, anak asuh Luis Enrique itu harus memulai dari babak play-off untuk bisa lolos ke fase 16 besar Liga Champions. Artinya, PSG pun tidak mulus di fase liga UCL.

Namun yang membedakan dengan Liverpool, PSG kini telah kembali ke jalur kemenangan. Empat laga kemenangan beruntun menjadi bukti nyata betapa ganas tim ibu kota Prancis itu jelang berjumpa Liverpool.

Sebagai juru taktik, Luis Enrique dinilai jenius dalam hal rotasi pemain, terutama saat pemain-pemain andalannya seperti Bradley Barcola, Fabian Ruiz, hingga Ousmane Dembele sempat dilanda cedera. Hasilnya fantastis. Di turnamen paling bergengsi di Eropa, PSG kembali ke jalur yang semestinya.

Di Liga Prancis, Les Rouge et Bleu juga masih kokoh di puncak klasemen dengan terus memperlebar jarak dari kontestan lainnya. Konsistensi itu menjadi cermin dari kematangan kolektif yang dimiliki PSG saat ini.

Di samping perbedaan kondisi antara Liverpool yang pincang dengan PSG yang tengah dalam performa terbaik, duel kedua tim di Liga Champions beberapa hari ke depan tetap patut dinantikan. Secara head-to-head, kedua tim bersaing cukup ketat.

Empat pertemuan telah terjadi antara keduanya sejak tahun 2018. Hasilnya berimbang. Liverpool menyabet dua kemenangan, begitu pun PSG.

Pertemuan terbaru terjadi pada Liga Champions musim lalu, ketika Liverpool dan PSG bentrok di babak 16 besar. Dalam pertandingan dua leg itu, kedua tim saling mengalahkan dengan skor kembar 1-0.

[Gambas:Photo Mancing Kuy]

Pada leg kedua yang berlangsung di Anfield, PSG menuntaskan duel hingga babak adu penalti dan merengkuh kemenangan 4-1 atas The Reds. Kenangan pahit itu tentunya masih membekas di benak para pemain Liverpool.

Liverpool yang kian pincang tentu ingin menjadikan laga di Paris nanti sebagai momentum kebangkitan. Apalagi Arne Slot, jika masih ingin bertahan di kursi kepelatihan Liverpool, tentu harus memberikan segalanya.

Namun demikian, PSG pastinya ingin melanjutkan konsistensi dan menunjukkan tajinya demi mengejar asa mempertahankan gelar Liga Champions. Bagi Les Parisiens, malam di Parc des Princes adalah panggung untuk sekali lagi membuktikan dominasi mereka di pentas Eropa.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

Add

as a preferred

source on Google

PSG Perkasa dan Lebih Matang

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:

1

2

Baca lagi: Kemenag Pangkas 65 Persen Perjalanan Dinas

Baca lagi: Kemarau Diprediksi Lebih Kering dan Panjang, Ini Daerah Terdampak

Baca lagi: Kebakaran di Polres Jakbar Bukan Terjadi di Gedung Utama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: